PERJUANGAN TUKANG MINYAK KELILING MENJADI PENGUSAHA SUKSES DOSEN PASCA SARJANA & MUBALIG

IKUTI JEJAKNYA DALAM BUKU JURUS KAYA

Buku Jurus kaya Umat Muslim

Buku Jurus kaya Umat Muslim

BISA DIPEROLEH di TB.GRAMEDIA Ps. PALMERAH,TB.Setiakawan Ps.Sumur Batu,

TB.Setia Kawan Jl.Percetakan Negara, Dan seluruh Toko Buku Di Gramedia di Seluruh Cabang Di Indonesia

Hub : LAYANAN ANTAR BUKU JURUS KAYA UMAT MUSLIM JL.ASEM BARIS RAYA No.4 KEBON BARU

,TEBET JAK_SEL , TELP.021-8319365,FAX.021-8319316

Profile Dr.H.Mashari,SE,MM

1997 – Skrng –  Direktur Utama PT.HARI FATMA,Industri Jamu di Jakarta

2000 – Skrng – Mubalig Islam / Motivator Ekonomi Islam

2005 – Skrng – Direktur Utama PT.HARFA MEDIA KOMUNIKA, ADVERTISING

2010 – Skrng – Direktur Utama Aamkost Hotel, Jakarta

2010 – Skrng – Direktur Utama PT.HARFA HIJAU WISATA,Tour Travel Muslim

2010 –  Skrng –  Direktur Utama PT.HARI FATMA,Industri Jamu di – Cibitung

2010 –  Skrng –  Dosen Pasca Sarjana Bidang Marketing dan Kewirausahaan

Organisasi

2010 – 2014 -Ketua Majelis Mudzakaroh dan Dakwah Alikhwah – Jakarta

2010 – 2014 -Anggota Asosiasi Pariwisata Indonesia (ASITA) Jakarta

2010 – 2015 -Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Dan Obat Tradisional DKI Jakarta (GP Jamu DKI Jakarta)

2011 – 2015 – Ketua Bidang Organisasi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (Gp Jamu Indonesia)

2012- 2016 – Bendahara Umum Dewan Masjid Indonesia  (DMI) Tebet

 

Redaksi: redaksi[at]alloutabout.wordpresscom
Informasi pemasangan iklan
hubungi :

  • email : itbantu[at]yahoo.com
Advertisements

Aktivitas Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi

Aktivitas Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi

Kalianda, Lampung Selatan (ANTARA) – Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan sampai saat ini masih tinggi, dengan menyemburkan material vulkanik berupa lava pijar bebatuan dan abu dari gunung api di dalam laut ini.

“Aktivitasnya masih sama tingginya dengan kemarin, dengan puluhan kali gempa tremor dan ketinggian semburan material vulkanik panas mencapai lebih dari 600 meter,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK), Andi Suardi, di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Senin.

Ia mengingatkan pula, saat ini nelayan hendaknya tidak melaut di sekitar gunung itu karena aktivitasnya bisa saja meningkat sewaktu-waktu dari sebelumnya atau dengan radius aman antara tiga sampai empat kilometer.

Kemudian, abu vulkanik yang menyembur mengarah ke selatan, sehingga warga yang berada di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda justru tidak merasakan dampaknya, melainkan sejumlah penduduk yang berada di Pulau Legundi, Kecamatan Punduhpidada dan Kota Bandarlampung yang lokasinya jauh dari gunung ini.

Dia membenarkan, pihaknya tidak dapat memberikan kepastian jumlah kegempaan gunung itu, mengingat alat pendeteksi getaran gempa (“seismometer”) saat ini rusak akibat tertimpa material vulkanik saat aktivitas gunung api tersebut meningkat, Minggu (2/9) kemarin.

Seismometer di badan gunung itu tidak dapat menghubungkan pada perekam kegempaan (“seismograf”) yang berada di pos pemantau, serta panel surya juga tertimpa, sehingga juga tidak berfungsi lagi, kata Andi.

“Jarak pusat semburan itu sekitar 250 meter dari badan puncak, sehingga saat menyembur langsung menimpa alat tersebut,” kata dia lagi.

Saat ini, kata dia, pihaknya tidak dapat memantau melalui alat tersebut melainkan hanya berkoordinasi dengan Pos Pemantau Pasauaran, di Cinangka, Banten, untuk menginformasikan aktivitas gunung itu, baik gempa tremor, embusan, ketinggian semburan maupun gempa vulkanik dalam dan dangkal.

Sebenarnya, kata Andi pula, aktivitas gunung itu telah terjadi sejak sepekan lalu yang mulai dengan terbatuk-batuk, namun baru Minggu kemarin mengeluarkan semburan material vulkanik yang cukup besar hingga menyebar ke sejumlah daerah terutama Kota Bandarlampung.

Salah satu penduduk setempat, Umar, mengatakan, semburan abu vulkanik tidak dirasakan oleh penduduk setempat meskipun aktivitas gunung itu cukup mengejutkan warga.

“Masyarakat masih beraktivitas seperti biasa, karena memang sudah terbiasa dengan kondisi tersebut,” kata dia.

Hal senada juga dikatakan oleh nelayan setempat, Abdul, yang mengaku tetap melaut meskipun aktivitas gunung itu meningkat selama beberapa hari ini.

Namun karena tidak searah dengan angin yang membawa debu-debu tersebut, aktivitas nelayan tidak terganggu.

“Nelayan sudah terbiasa dengan kondisi tersebut sejak bertahun-tahun lalu,” kata dia pula

JURUS KAYA

JURUS KAYA

Redaksi: redaksi[at]alloutabout.wordpresscom
Informasi pemasangan iklan
hubungi :

  • email : itbantu[at]yahoo.com

 

Es Arktik yang Semakin Menghilang

Luas es di Arktik telah menyusut jadi 4,21 juta kilometer persegi sehingga tercatat sebagai yang terkecil sejak pengamatan satelit dimulai pada 1979, kata Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) dalam laporannya. Seperti apa kawasan Arktik sebenarnya?

Disappearing Arctic

Disappearing Arctic

Disappearing Arctic

Disappearing Arctic

Redaksi: redaksi[at]alloutabout.wordpresscom
Informasi pemasangan iklan
hubungi :

  • email : itbantu[at]yahoo.com